Nomor Urut Sudah Tak Penting

Bang Zulfadhli Ketua DPRD Kalbar* Golkar Optimis Raih 30 Persen Suara

By Andry

PONTIANAK-Partai Golongan Karya (Golkar) menerapkan perolehan suara terbanyak terhadap calon legislatif pada Pemilu 2009. Rule of game ini penting untuk memenuhi rasa keadilan bagi semua kader maupun fungsionarisnya.
Golkar merasa selama ini kalau tidak menggunakan mekanisme perolehan suara terbanyak, maka hanya akan menguntungkan para elit politik semata. ”Dengan mekanisme seperti ini, kita akan menghargai para kader yang berkeringat dan betul-betul berjuang untuk memenangkan Golkar. Itu yang kita hargai,” ungkap Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, Ir.H Zulfadhli di gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat ini menjelaskan sekalipun seorang kader Golkar yang tidak sedang menjabat sebagai pimpinan partai, namun apabila dia mempunyai pengaruh dan basis massa yang kuat dan mengakar serta terus berupaya keras untuk mendukung kemenangan bagi partai Golkar, wajar baginya duduk di legislatif. Partai Golkar menghargai setiap kucuran keringat maupun perjuangan yang dilakukan seorang kadernya demi kepentingan partai.
”Partai akan memberikan kesempatan baginya untuk dapat duduk di lembaga dewan,” jelas Zulfadhli.
Zulfadhli yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi termuda se-Indonesia  menegaskan bahwa untuk setiap calon legislatif yang diusung oleh partai Golkar wajib hukumnya untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri atas dirinya apabila ada seorang kader maupun fungsionaris yang berhasil memperoleh perolehan suara terbanyak pada pemilu 2009 mendatang, sekalipun nomor urutnya berada di bawahnya.
”Sebelum didaftarkan ke KPU, wajib setiap calon untuk membuat surat pengunduran diri,” timpalnya.

Selaku Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, Zulfadhli menegaskan bahwa dirinya tidak akan mendaftarkan caleg ke KPU, apabila caleg tersebut tidak membuat surat pernyataan pengunduran diri terlebih dahulu. 

Dia juga mengaku dengan mekanisme yang dipergunakan partai Golkar melalui perolehan suara terbanyak terhadap para caleg yang akan bertarung pada pemilu 2009 mendatang. Pihaknya merasa optimis bahwa Golkar akan kembali berhasil meraih tambahan kursi di DPRD dan sekaligus berhasil keluar sebagai pemenang pemilu pada pemilu 2009 mendatang untuk mengulang sukses yang diraihnya pada pemilu 2004 silam. ”Kita semakin optimis perolehan suara Golkar sebesar 30 persen akan diraih pada pemilu 2009 mendatang. Insya Allah,” pungkasnya.       

This entry was posted on Tuesday, August 19th, 2008 and is filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply