“DPRD Diserang, Empat Tewas”
Sugeng Mulyono
Borneo Tribune, Pontianak
Tak terima calonnya kalah dalam pemilihan kepala daerah, ratusan massa menyerang DPRD Kota guna membatalkan calon terpilih untuk dilantik. Mereka menginginkan calon terpilih tidak dilantik karena tak sesuai dengan pilihan mereka.
Mendengar adanya massa yang mendatangi DPRD, ratusan polisi pun disiagakan. Mereka menjaga kemungkinan yang tak diinginkan.
Setibanya di kantor DPRD massa ditahan ratusan polisi dan polwan. Mereka meminta massa untuk bisa menyampaikan aspirasinya dengan santun dan tak mengganggu acara pelantikan.
Negosiasipun terjadi. Namun massa tetap bulat dengan keputusan ingin masuk dan membatalkan pelantikan.
Negosiasi tak bisa mengatasi desakan massa. Aparat pun mundur. Gantinya adalah ratusan pasukan pengendalian massa atau dalmas. Tetapi tetap saja massa berkeinginan kuat untuk membatalkan, bahkan massa memanas sehingga membakar apapun yang ada di dekat mereka. Tak puas juga, mereka melempari petugas dengan berbagai macam barang.
Melihat keadaan memanas dua water canon disiagakan. Secepat kilat, air muncrat dengan kuat ke arah massa. Namun massa tak takut meski telah disemprot water canon mereka tetap bertahan dan menyerang petugas.
Kondisi semakin tak terkendali. Dalmas ditarik. Satuan Brimob maju menghalau massa. Gas air mata dilepaskan.
Kali ini polisi tak berani ambil resiko. Mereka memberi peringatan kepada massa untuk membubarkan diri. Jika tetap tak diindahkan akhirnya tembakan ke atas dilepaskan. Tembakan horizontal segera mengancam massa. Hasilnya, massa bubar meski harus menjatuhkan empat korban jiwa.
Bersyukurlah bahwa sepenggal kisah di atas itu bukan kejadian sebenarnya melainkan sebuah simulasi pengamanan pilkada yang digelar Polda Kalbar kemarin, Jumat (15/8) di Taman Alun Kapuas, Pontianak.
Wakapolda Kombes (Pol) Winarso turut hadir dalam latihan itu. Ia menjelaskan latihan yang digelar guna memantapkan persiapan pengamanan Pilkada di empat daerah Kalbar.
“Latihan ini dimaksudkan meningkatkan profesionalisme polisi dalam memberikan pengamanan selama proses pilkada berlangsung,” jelasnya di sela-sela latihan.
Polda Kalbar tak ingin dalam pilkada kali ini pengamanan tak maksimal hingga berakibat terancamnya keamanan Kalbar. Untuk Polda Kalbar sendiri telah menyiapkan 2/3 pasukan untuk pengamanan kali ini.

Leave a Reply