Alat Canggih SDM Tidak Siap
* Antrean Panjang di Imigrasi
By Andry
PONTIANAK-Stigma negatif acapkali mampir di Kantor Imigrasi Klas I Pontianak. Kali ini keluhan itu datang dari rombongan Tour Dakwah Subuh Keliling (Suling) asal Kabupaten Ketapang yang memuntahkan keluh kesahnya akan pelayanan pembuatan paspor yang terkesan lamban dan membosankan.
“Mungkin alatnya saja yang canggih. Tetapi sumber daya manusia yang ada tidak canggih,” cetus Pimpinan Rombongan Tour Dakwah Subuh Keliling (Suling) asal Kabupaten Ketapang, H. Habib Azan di kantor Imigrasi Klas I Pontianak, Selasa (12/8) kemarin.
Habib Azan mengatakan kedatangannya di kantor Imigrasi Klas I Pontianak bersama 97 orang lainnya tidak lain dan tidak bukan untuk membuat paspor yang akan digunakan berpergian ke Serawak Malaysia pada Kamis (14/8) mendatang. Namun dari 97 anggotanya, hingga hari ini, Selasa (12/8) hanya 11 orang yang baru kelar paspornya. “Padahal kita sudah mengurusi syarat administrasi sejak sebulan yang lalu dan telah pula melunasi segala biaya administrasinya. Sebenarnya kedatangan kami ke sini hanya tinggal diambil fotonya saja,” keluhnya bercerita.
Alasan yang disampaikan pihak kantor Imigrasi Klas I Pontianak atas lambannya pelayanan pembuatan paspor ini, kata Habib Azan menjelaskan, yaitu sering terjadi kemacetan pada saat melakukan proses entri maupun pada saat hendak pengambilan gambar atau foto orang yang hendak membuat paspor tersebut. “Kondisi ini tentu membuat kami kecewa. Jangan karena kondisi seperti ini kami yang akhirnya dikorbankan. Masalah ini harus segera ada solusinya,” pinta Habib.
Atas kelambanan proses pembuatan paspor tersebut, Habib Azan yang mewakili rombongan Suling mengaku banyak mengalami kerugian. Mulai dari materi, waktu bahkan rasa capek dan lelah yang terus membaluti rombongan tersebut. “Atas kondisi ini kami terpaksa harus menginap di Asrama Haji Pontianak per-malan dengan biaya Rp.100.000. Belum lagi rasa capek dan kecewa yang terus mendera rombongan. Apalagi kami sudah membeli tiket bus untuk berangkat ke Serawak hari Kamis ini. Kalau urusan paspor belum selesai, kami harus bagaimana lagi,” kesahnya diamini para rombongan yang senantiasa sabar menanti.
Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas I Pontianak Wan Adriansyah mengaku saat ini memang sedang terjadi kendala teknis terhadap alat yang dipergunakan untuk melakukan pembuatan paspor sehingga berimplikasi terhadap proses pembuatan paspor itu sendiri. “Ada kendala teknis sehingga sistem jaringan masih belum sempurna,” jawabnya.
Menurutnya, pelayanan pembuatan paspor terhenti karena perubahan sistem. Sebelumnya ditargetkan dua hari sistem tersebut sudah dapat beroperasi. Namun karena permasalahan teknis, sampai sekarang sistem tersebut masih belum clear. Dia memperkirakan bahwa pelayanan pembuatan paspor akan stabil minggu depan. “Mudah-mudahan minggu depan masyarakat sudah dapat terlayani dengan baik. Karena di Jakarta sistem seperti ini juga masih belum stabil,” jelas Wan.
Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas I Pontianak juga membantah bahwa kondisi kelambanan proses pembuatan paspor lantaran alat yang canggih namun SDM yang dimiliki tidak canggih alias mumpuni untuk mengoperasionalkan sistem jaringan tersebut. ”SDM yang kami miliki juga siap untuk mengoperasikan sistem jaringan tersebut. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan SDM kami tidak siap,” tegasnya.
Tidak lupa, Wan Adriansyah juga memberikan solusi kepada masyarakat yang akan membutuhkan paspor secara mendadak dan bersifat segera. Imigrasi Kalbar akan menyikapinya hal itu dengan membuatkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) yang sifatnya hanya untuk sekali jalan. “Bagi masyarakat yang butuh paspor mendadak dan segera, kami akan buatkan SPLP. Itu solusi yang kami berikan,” tandasnya.

Leave a Reply