Konvensi Jenewa Harus Dijalankan

bY Lukas B Wijanarko

PONTIANAK-Hasil pertemuan di Jenewa Swiss yang diikuti Gubernur Cornelis, ternyata punya hasil cukup mengejutkan bagi Pemerintah Indonesia. Masyarakat Eropa telah memiliki data yang lengkap tentang kondisi di Indonesia.

Pembicaraan mengenai masalah traficking, masalah kekerasan, dan masalah pelanggaran HAM membuat PBB mempertanyakan sampai sejauh mana Indonesia membela Hak Azasi Manusia (HAM). Dermikian ditegaskan Gubernur Cornelis usai meresmikan Gedung dan Radar Cuaca, Kamis (15/5) kemarin.

“Nah, sebagai wakil dari Indonesia kita tetap bela Pemerintah Indonesia dan menegaskan bahwa Indonesia secara politik tidak ada persoalan, hanya program ini belum bisa terlaksana karena di Indonesia baru terbentuk lembaga-lembaga untuk menangani masalah kemanusiaan ini, mulai dari menyangkut personil, kemudian masalah pembiayaan, tetapi kita saat ini sudah memulainya,” ujar Cornelis.

”Di Jenewa kita tetap membela kepentingan Indonesia di mata internasional, tetapi kita juga diharapkan memberikan penyuluhan dan penjelasan kepada masyarakat bahwa tidak boleh ada kekerasan, baik itu aparat pemerintah yang melakukan kekerasan, dan masalah perlindungan anak. Masyarakat harus diadili termasuk yang melakukan pelanggaran HAM, sesuai dengan ketentuan hak-hak sipil dari Konvensi Jenewa,” katanya. ■

This entry was posted on Friday, May 16th, 2008 and is filed under Kota Pontianak. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply