Jelang Kenaikan Marak Penimbunan BBM
* Tolak BLT
By Lukas/Sugeng/Andika/Maya
PONTIANAK-Jajaran Kepolisian Polsek Sungai Kakap berhasil mengamankan 1.700 liter BBM solar, yang disimpan di dalam 12 drum milik PT Jaya Teknik Lestari di Dusun Tanjung Darat, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (14/5). Penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang adanya penimbunan minyak di daerahnya.
Kapolsek Sungai Kakap AKP AH Franky mengatakan modus operandinya BBM dibawa dari SPBU dengan menggunakan jeriken dan ditampung dengan menggunakan drum yang sudah dimulai sejak tanggal 19 Mei kemarin.
AKP Franky mengatakan, BBM bersubsidi ini digunakan untuk kepentingan pengerjaan Proyek Irigasi Rawa atau Normalisasi Sungai di Kakap, sehingga harganya lebih murah daripada menggunakan BBM yang tidak bersubsidi terutama untuk operasional seperti mesin eskavator.
Polisi mengamankan seorang tersangka atas nama Hazimin Razali (38) warga Banjar Selatan Pontianak Timur yng bekerja sebagai pelaksana tugas lapangan di PT Jaya Teknik Lestari.
Sementara itu, di Gang Hidayat Pal V, Poltabes, Rabu (14/5) mengamankan sekitar 1.000 liter minyak tanah di dalam 33 buah jeriken besar dengan tersangka yang bernama Junaidi, dengan modus operandi membeli sendiri minyak tanah di pangkalan dan akan dijual kembali saat harga sudah naik.
Tak lama berselang hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB kembali polisi berhasil mengamankan 2.500 liter BBM jenis minyak tanah, tepatnya di Jalan Budi Utomo, Gang Purnajaya Pontianak Utara.
”Kita telah amankan tersangkanya MA berserta barang buktinya sebuah mobil tangki untuk industri,”jelas Kapolsekta Pontianak Utara AKB Pungky Bhuana. Pungki beralasan penangkapan dilakukan karena MA mengangkut dengan menggunakan mobil tangki untuk solar, sehingga tak sesuai peruntukannya.
Sementara itu gabungan mahasiswa dari Solmadapar, BEM Untan, GMNI dan KMKB pukul 16.00 di Jalan A. Yani melakukan aksi unjuk rasa simpatik terhadap rencana pemerintah menaikan harga BBM. Kata mereka, menaikkan harga BBM tidak berpihak pada rakyat sebagai pemegang kedaulatan dan berorientasi kepada sistem kapitalis yang menyengsarakan rakyat.
Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat – Mahasiswa Kalimantan Barat juga ke DPRD Provinsi menyampaikan aspirasi menolak kenaikan BBM dan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dianggap sebagai pembodohan terhadap rakyat kecil. ■

Leave a Reply