Walikota Lelang Jam Tangan

* MTQ Defisit Rp 2 M

PONTIANAK-Anggaran MTQ XXII Kalbar di Singkawang mengalami defisit Rp 2 milyar. Ini terungkap pada acara ramah tamah Walikota Singkawang bersama dengan para pelaku usaha yang berlangsung Senin malam, kemarin.
Menggaungkan harapan sukses pelaksanaan, maka malam ramah tamah yang berlangsung di Lobi Hotel Mahkota Singkawang berlanjut kepada pengumpulan dana.
Suasana malam itu begitu akrab. Hadir sejumlah pelaku usaha yang menjadi undangan pada kegiatan itu. Sebagian besar dari mereka mengenakan pakaian batik yang tentu saja hal itu menunjukkan rasa kebanggaan atas budaya nasional. Kursi dan meja telah tersusun rapi menandakan kegiatan akan berlangsung.
Tak lama berselang, Walikota Singkawang, Hasan Karman datang bersamaan dengan para undangan lainnya. Acarapun langsung dimulai. Tak ada kesan seremonial dalam acara itu. Yang ada hanya ramah tamah.
Mengawali acara, Ketua LPTQ Kota Singkawang, Drs HM Nadjib MSi mengungkapkan Kota Singkawang telah terpilih sebagai tuan rumah MTQ XXII Kalbar yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Kalbar. Sejumlah persiapan terus dilakukan, namun dari angaran yang ada masih mengalami defisit sebesar Rp 2 milyar. Tentu saja hal ini perlu solusi agar harapan untuk mensuksesan MTQ bisa berjalan lancar.
Walikota Singkawang, Hasan Karman SH MM mengatakan, pelaksanaan MTQ adalah even bersama yang tentu saja mesti disukseskan secara bersama pula. Ia masih mengingatkan kalau saja even yang diselenggarakan setiap tahun ini mungkin akan berulang pada 42 tahun ke depan. Itupun kalau dari 14 kabupaten dan kota yang ada di Kalbar tidak terjadi pemekaran lagi.
“MTQ ini milik bersama, bukan hanya milik satu kelompok saja. Maka sudah seharusnya disukseskan secara bersama. Mengenai permalahan yang ada maka sudah sepantasnya untuk diselesaikan secara bersama pula,” ucapnya.
Hasan karman sangat optimis pelaksanaan MTQ di Singkawang berhasil spektakuler, tapi hal itu bila seluruh elemen masyarakat mendukung. Optimisme yang diungkapkannya itu ia utarakan ketika melihat beberapa kegiatan dari persiapan panitia di lapangan.
Ia memberi gambaran tentang acara pembukaan yang memuat atraksi 1.000 tahar yang begitu memukau. Mungkin tak kalah memukau dengan pembukaan Olympiade.Hanya saja skalanya yang mungkin lebih kecil.
Tanpa menepis kritik yang ada untuk membangun dan memberikan masukan yang terbaik, Hasan karman berpendapat hasil kerja payah panitia yang berkomitmen untuk mensukseskan MTQ mesti dihargai.
“Disini bukan tempatnya untuk mengkritik. Tapi memikirkan bagaimana hal ini bisa sukses dan menjadi kebangaan kita bersama. Kalau ada niat baik orang menyumbang untuk mensukseskan MTQ, maka tak ada salahnya untuk diterima,” ujarnya dengan senyum yang khas.
Laporan dari panitia pelaksana mengenai defisit yang dialami tentunya sudah diterima sebelumnya. Hasan bersama panitia lainnya berpikir keras untuk bisa menutupi hal tersebut. Sampailah kepada pemikiran untuk melaksanakan lelang kepada sejumlah barang pada malam ramah tamah itu. “Saya mau melaksanakan lelang hasilnya akan dipergunakan untuk menutupi defisit,” ungkapnya.
Lelangpun diawali dengan tiga buah mug (gelas keramik) bermotif MTQ XXII. Proses lelang yang sedikit berbeda ini mengharuskan setiap penawar yang secara langsung menjadi donatur ketika mereka memberi tawaran. Tapi penawar tertingi yang akan mendapatkan barang dimaksud.
Pengusaha Iwan Gunawan dan Benny Setiawan beruntung karena mereka menjadi penawar tertinggi dengan tawaran masing-masing Rp 4 juta dan Rp 6 juta untuk kedua
barang tersebut. Sukartaji, atas nama Asosiasi Pengusaha BBM menawar dengan harga Rp 100 juta untuk sebuah mug bermotif itu.
Masih tak hilang akal, para pejabat yang hadir dalam acara itu juga didaulat untuk menyanyikan lagu kesayangan. Lagu yang akan mereka bawakan juga dilelang kepada undangan yang hadir. Semua bermanfaat pada malam, itu.
Bahkan suara pejabatpun bisa memberikan donasi kepada pelaksanaan MTQ. Mereka adalah Kajari Singkawang, Sjamsuri, Wakil Ketua DPRD, Hj Masratna serta Waka Polres, Ridwansyah dan Kasdim, Bambang.
Usai Asosiasi Pengusaha Walet Kota Singkawang, juga memberikan bantuan berupa Rp 400 juta yang akan diperuntukan suksesnya acara tersebut. Di penghujung acara, Walikota Singkawang kembali menuju pentas.
Perlahan ia melepaskan jam tangan kesayangannya. Sebuah arloji Omega Sea Master limited edition. Arloji yang digunakan dalam pemeran dalam film-film lawas James Bond.
Diakuinya arloji bergambar Poseidon (Dewa Laut) ini memang sudah gunakan beberapa tahun. Terakhir waktu berada di Bandara Frankfurt, harganya USD 2.200. Ia berharap semua yang berpartisipasi bisa membeli lebih dari angka yang ditawarkan karena untuk mensukseskan MTQ.
“Kalau film di film james Bond yang diperankan Pierce Brosnan dan Daniel Craig, jam tangan ini bisa mengeluarkan laser. Saya harap, ini bisa ditawar lebih untuk MTQ,” tukasnya sambil menunjukan jam tangan yang sebelumnya telah dibersihkannya sendiri secara perlahan.
Alhasil, dari lelang yang alot, maka jam tangan itu kini berada dipergelangan tangan seorang pelaku usaha bernama Frederic (Apeng) dengan tawaran tertinggi seharga Rp 50 juta.
Hasil akhir pengumpulan dana tersebut mencapai jumlah Rp 572 juta yang sepebuhnya akan diberikan kepada panitia yang akan dipergunakan untuk pelaksanaan MTQ XXII Kalbar di Singkawang.
Dana Untuk Bangun Mesjid Raya
Dalam pengumpulan dana untuk MTQ, Hasan Karman terus menghubungi para pihak yang mau menjadi donatur. Tak hanya di Singkawang, sejumlah relasi yang berada di  luar Singkawang juga dihubungi untuk mensukseskan MTQ.
Niat besarnya tak hanya ditunjukkan dengan menggalang dana untuk MTQ yang akan berlangsung pada 24 Mei mendatang. Lebih daripada itu, kelebihan dana akan digunakannya untuk pembangunan Mesjid Raya yang saat ini sedang direnovasi.
“Sejak saya lahir, Mesjid Raya dan Vihara yang berada di tengah pasar itu sudah ada. Saya rasa ini bukan suatu kebetulan. Ini menunjukan kerharmonisan yang ada di Singkawang,” kenangnya.
Sebagai kawasan wisata, maka menurutnya, dua bangunan rumah ibadah itu seudah elayaknya menjadi landmark. Sehingga setiap orang yang datang akan mengingat kedua
bangunan itu. Mengenai pembangunan Mesjid Raya Singkawang, dia mengatakan, harus mempunyai target untuk penyelesaian pembangunan.

This entry was posted on Wednesday, May 14th, 2008 and is filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply