Bantu Orangtua, Seorang Siswa Tak Ikut Ujian

SELESAI-Heppy Juliana(12) anak seorang buruh bernama Djong San Min, siswi kelas 6 SD N 07 terlihat gembira setelah menyelesaikan 50 soal ujian pelajaran Bahasa Indonesia sambil menunjukkan Kartu Ujian di hari pertama Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), Selasa(13/5). Foto Lukas B Wijanarko/Borneo Tribune.” />

*Hari Pertama UASBN SD

by Lukas B Wijanarko

PONTIANAK-Heppy Juliana(12) siswi kelas 6 SD N 07 Jalan Untung Suropati Pontianak Selatan ini terlihat gembira setelah menyelesaikan 50 soal ujian pelajaran Bahasa Indonesia sambil menunjukkan Kartu Ujian di hari pertama Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), Selasa(13/5).
Juliana merupakan anak ke 4 dari 8 bersaudara yang tinggal di Jalan Imam Bonjol Gang Tanjung Harapan. Ayahnya Djong San Min, hanya seorang buruh lepas yang bekerja di Siantan. Setiap hari ia harus berjalan kaki dari rumah menuju sekolah yang jaraknya cukup jauh, bersama 3 orang adiknya yang juga sekolah di SDN 07.
“Setelah ujian, kita istirahat sebentar dan harus kembali ke kelas, ada kursus dari sekolah untuk persiapan ujian matematika besok,” ujar Juliana penuh semangat saat ditemui di ruang istirahat sekolah yang kondisi ruangannya terlihat memprihatinkan. Sebagian langit-langitnya sudah mulai lepas.
Menurut Kepala Sekolah SDN 07, Dra. Astika sebenarnya ada 35 orang siswa yang mengikuti UASBN di SDN 07 dari 270 siswa di sekolah ini. Tapi seorang siswa mengundurkan diri sehingga tinggal 34 orang siswa, yang menggunakan dua ruangan untuk ujian.
Siswa yang bersekolah di SDN 07 ini menurut Astika sebagian besar adalah warga yang tinggal sekitar Waduk yang hampir sebagian orangtuanya bekerja sebagai pemulung. Sisanya adalah anak-anak yang berasal dari daerah Tronojoyo dan sekitarnya, yang rata-rata berasal dari keluarga yang kurang mampu.
“Di sekolah ini kita tidak ada pungutan biaya sama sekali karena di subsidi dari dana BOS, tapi karena sebagian dari anak-anak ini harus membantu orangtuanya mencari uang, maka kita agak kesulitan untuk menyakinkan kepada orangtuanya akan pentingnya sekolah”, ujar Astika.
Astika juga mengungkapkan ada satu siswa tidak mengikuti ujian atas nama Yuyun dengan nomor kartu ujian 01-087-002-7 Sub Rayon 06 sehingga tinggal 34 siswa yang masih mengikuti ujian. “Kemungkinan dia harus bantu orangtuanya cari uang sebagai pemulung sehingga tidak bisa mengikuti ujian”, katanya.
Sedangkan untuk persiapan ujian ini para siswa diberikan tambahan berupa kursus dari sekolah yang memiliki 29 orang guru ini. Dari hasil try out oleh Diknas rata-rata nilai yang di peroleh 6,02. dengan nilai tertinggi 8,18 dan terendah 4,33 dari tiga mata pelajaran.
Sementara itu di sekolah lainnya seperti SDN 03 Jalan Sulawesi Pontianak Selatan yang diikuti oleh 123 siswa nilai rata-rata mencapai 7,40 dengan terendah 5,02 dan tertinggi 9,63 dari hasil try out Diknas dari 3 mata pelajaran.
Menurut Kepala Sekolah SDN 03 Dailani persiapan menghadapi UASBN telah dilakukan sejak pertengahan 2007 lalu kepada 123 siswa yang akan mengikuti ujian, sehingga para siswa diharapkan tidak akan mengalami kesulitan pada UASBN pertama di tingkat Sekolah dasar ini. SDN 03 memiliki 18 ruangan dengan 803 siswa.
Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional(UASBN) di Kalbar diikuti oleh 81.084 siswa yang berlangsung dari 13- 15 Mei dengan tiga mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

This entry was posted on Wednesday, May 14th, 2008 and is filed under UTAMA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply